Hanya sebuah puisi ;)
Oleh:
Dyah Amrita
Tidak!
Menjauh! Menjauh dariku!
Mengapa
engkau begitu bersikeras mendekatiku?!
Apakah
engkau sebegitu terobsesinya denganku?!
Terdengar
sunyi menggantung, seekor makhluk kecil berteriak sepi
Lelah
sudah ia dibuatnya, peluh menghias indah hatinya
Tiap
hari disalahkan, tapi hanya membisu
Tiap
hari disumpah serapah, disayat oleh sembilu
Tapi
kawan, dimanakah sebenarnya si keadilan menutup diri?
Aku
hanyalah makhluk Tuhan
Diciptakan
untuk menyapa dunia
Kecil,
tak terlihat oleh mata
Tapi
mampu mengguncang dunia
Kalian
pun tahu
Tapi
mengapa juga Aku berbicara kepada batu
Yang
hanya bisa meremas jantungku
Pandemi,
begitulah ucapmu
Perenggut
waktu
Ya,
Aku hanya membawa kematian sepi
Aku
disini
Memandang
sendu kepada bumi
Memeluk
erat korban-korban suci
Mendengar
haru kisah hati
Api
dalam dada ini tak kuasa lagi, biarlah ia beraksi
Membakar
jantung, menghanguskan paru
Mengalir
sunyi merasuk tubuh
Menumbangkan
dalam kondisi luar utuh
Empat
bulan berlalu
Singkat
namun terasa panjang sampai menggagu
Memberi
goresan buruk, tapi lihatlah itu
Orang-orang
berbalik pada-Nya
Bumi
kembali mendapatkan cahaya
Meski
kisah haru hati masih berlanjut, aku bisa apa?
Selesai
sudah…
Waktuku
sudah kehilangan jantungnya
Ajal
menarik cepat, merenggut cahaya terakhir dari lelahnya mata
Kutitipkan
surat ini kepadamu
Dari
seekor makhluk kecil yang hanya membisu

