Selasa, 31 Maret 2020

Surat dari Si Kecil Corona


Hanya sebuah puisi ;)

 
SURAT DARI SI KECIL CORONA

Oleh: Dyah Amrita

  
Tidak! Menjauh! Menjauh dariku!

Mengapa engkau begitu bersikeras mendekatiku?!

Apakah engkau sebegitu terobsesinya denganku?!

Terdengar sunyi menggantung, seekor makhluk kecil berteriak sepi



Lelah sudah ia dibuatnya, peluh menghias indah hatinya

Tiap hari disalahkan, tapi hanya membisu

Tiap hari disumpah serapah, disayat oleh sembilu

Tapi kawan, dimanakah sebenarnya si keadilan menutup diri?



Aku hanyalah makhluk Tuhan

Diciptakan untuk menyapa dunia

Kecil, tak terlihat oleh mata

Tapi mampu mengguncang dunia



Kalian pun tahu

Tapi mengapa juga Aku berbicara kepada batu

Yang hanya bisa meremas jantungku



Pandemi, begitulah ucapmu

Perenggut waktu

Ya, Aku hanya membawa kematian sepi



Aku disini

Memandang sendu kepada bumi

Memeluk erat korban-korban suci

Mendengar haru kisah hati



Api dalam dada ini tak kuasa lagi, biarlah ia beraksi

Membakar jantung, menghanguskan paru

Mengalir sunyi merasuk tubuh

Menumbangkan dalam kondisi luar utuh



Empat bulan berlalu

Singkat namun terasa panjang sampai menggagu

Memberi goresan buruk, tapi lihatlah itu

Orang-orang berbalik pada-Nya

Bumi kembali mendapatkan cahaya

Meski kisah haru hati masih berlanjut, aku bisa apa?



Selesai sudah…

Waktuku sudah kehilangan jantungnya

Ajal menarik cepat, merenggut cahaya terakhir dari lelahnya mata

Kutitipkan surat ini kepadamu

Dari seekor makhluk kecil yang hanya membisu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar